trah for me r

  • Home
  • Download
  • Premium Version
  • Custom Theme
  • Contact
    • download templates
    • Link 2
    • Link 3
Home Archive for 2016
Akhirnya berhasil sampai juga di Belitung, disambut semburat warna biru, hijau, dan putih. Perpaduan warna cantik, yang mengintip dari balik jendela pesawat.
 
Belitung dari jendela pesawat



Sebenarnya saat ada teman posting di facebook, mau backpackeran ke Belitung karena ada tiket murah, aku nggak berani langsung bilang ikuuuuut.... Sebagai emak tanpa ART bingung juga gimana urusan dengan si bontot ini. Ternyata suami support (masalah biaya maksudnya hehe...) jadi sekalian dobedam Idam belajar menjadi backpacker lah... 

Sebagai backpacker cilik, dia wajib membawa sendiri barang-barang yang dibutuhkan. Tentu saja bebannya tidak boleh terlalu berat. Karena itu Idam harus belajar memilah barang mana yang benar-benar penting untuknya.

Backpacker termuda kami dengan backpacknya

Kami sempat nongkrong di bandara H.A.S. Hanandjoeddin selama berjam-jam, karena ada teman yang telat check in sehingga ketinggalan pesawat. Sebaiknya teman-teman check in online jika bepergian menggunakan pesawat. Jika boarding pass sudah di print, kita bisa langsung masuk tanpa harus antri check in.


Tujuan pertama kami adalah replika SD Muhammadiyah Gantong, di Belitung Timur. Sebenarnya kami sangat berharap bisa bertemu bu Muslimah, dan merasakan semangat belajar Laskar Pelangi. Rupanya kami belum beruntung, tapi Idam beruntung merasakan suasana belajar bersama Guru yang tak kalah keren. Yang merupakan founder sekaligus kepala sekolah Hayat School.

 
di dalam kelas


Pemberhentian berikutnya adalah Museum Kata yang sangat menginspirasi. Semoga tertular semangat menulis dari om Andrea Hirata ya nak....

Museum Kata
 

Semoga dapat wangsit serta tambahan semangat untuk membuat Hayat School semakin keren ya bu Kepsek :D 

Spot inspiratif untuk merenung

Kami makan siang di Pantai Serdang, pantai yang berpasir putih halus. Disini cukup berombak jika dibandingkan dengan pantai lain di Belitung. Meskipun disini banyak pohon, tapi udaranya sangat panas.

Pantai Serdang
 

Menu makan siang kami adalah ikan ilak bakar kecap. Ikan khas Pantai Serdang, yang harganya cukup mahal untuk kantong kami. Harga ikan ilak hitam Rp. 150.000/Kg, sedangkan harga ikan ilak putih yang kami pilih ini Rp. 200.000/Kg. Dagingnya lembut juicy, ada sedikit rasa mirip salmon. Bayarnya patungan.... mahal buuuuu hahaha....

Untuk minumnya aku coba es jeruk kiamboy. Gak sempat difoto, karena langsung abis saking hausnya xixixi.

Ikan Ilak


Setelah kenyang kami langsung menuju Pantai Burung Mandi. Pantai ini berpasir warna krem dan hampir tak berombak. Rasanya seperti berada dipinggir danau, semilir dan teduh dipayungi cemara rimbun pas banget untuk istirahat. Sementara Idam sibuk memunguti kerang dan batu karang untuk oleh-oleh teman di Hayat School katanya.

Pantai Burung Mandi
 
Puas main di pantai, kami pun kembali ke Tanjung Pandan. Sebelum menuju Rahat Icon Hotel, kami mampir Danau Kaolin untuk menikmati senja.

Danau Kaolin

  
Hari kedua.
Pagi-pagi setelah sarapan di hotel, kami langsung beli makanan untuk bekal... namanya juga d'Botramz, kemana pun tetap harus botram wkwkwk... 

Jam 8.00 kami menuju Pantai Tanjung Kelayang untuk Island Hopping. Hampir saja roti tawarnya ketinggalan. Kenapa harus bawa roti tawar, karena konon katanya ikan disana hanya akan mendekat jika dikasih makan roti tawar.

Pantai Tanjung Kelayang

Pulau Kepayang atau Pulau Babi

Pulau Batu Garuda


Pulau Lengkuas. Sebenarnya pulau ini bernama Long House (mercusuar), tapi masyarakat kesulitan mengeja sehingga jadilah nama Pulau Lengkuas.

Pulau Lengkuas/ Long House


Kolam Bidadari, di Pulau Lengkuas

Horeeee.... akhirnya kesampaian untuk snorkeling di perairan Pulau Lengkuas yang jernih. Backpacker termuda ini selain paling menikmati trip, ternyata paling betah berenang. Meskipun pakai gaya kecebong dia sangat percaya diri berenang sendiri, terima kasih om Ayii. 

Emaknya yang sudah KO mabuk laut karena minum air laut plus nggak tahan kena air berombak, naik dan ambil foto saja dari perahu. Sedangkan Idam masih asik bermain bersama para ikan yang jinak. Meskipun sedikit khawatir tapi aku kasih kesempatan dia untuk mengukur diri.

Begitu naik langsung deh kukasih tolak angin anak, dan badannya kukeringkan pake handuk chamois. Lumayan lah meskipun nggak terlalu kering, karena baju renangnya masih dipakai. Handuk chamois ini salah satu barang bawaan wajib kami, karena menghemat tempat.

Spot snorkeling,Perairan Pulau Lengkuas

Pulau Batu Berlayar dengan  pasirnya yang putih, tampak bagaikan lukisan.

Pulau Batu Berlayar
Pulau Batu Berlayar dari dekat

Waaaaah ada bintang laut, hai Patrick star....


Pulau Pasir ini hanya muncul saat surut, karena jika laut pasang pulau ini akan tenggelam. Disini juga terdapat banyak bintang laut. 
 
Pulau Pasir


Ini dia pantai legendaris, yang dipakai syuting Laskar Pelangi. Pantai Tanjung Tinggi ini lumayan teduh. Lautnya tenang dan jernih. Lagi-lagi yang masih bisa nyemplung hanyalah dobedam. Karena dia bawa baju ganti paling banyak :D
Pantai Tanjung Tinggi

Pantai Tanjung Tinggi

Trip hari ke 2 ini berakhir di Pantai Bukit Berahu. Disini ada cottage, yang begitu keluar kamar langsung pantai. Masuk Pantai Bukit Berahu bayar tiket Rp. 10.000 untuk ditukar dengan minuman. Aku tukar tiket dengan secangkir kopi hitam. Kopinya sih biasa saja, tapi pisang gorengnya enak bangeeeet....

Karena sudah kecapean, aku harus puas ambil foto dari atas. Mau ikutan turun tangga udah nggak kuat. Herannya si kecil itu masih semangat saja buat turun ke pantai. Padahal katanya anak tangganya ada 97 step huaaaaa....

Pantai Bukit Berahu

Sebenarnya hari ke 3 mau malas-malasan di hotel. Tapi dipikir-pikir sayang juga, akhirnya setelah sarapan kami langsung berangkat keliling. Pertama mengunjungi pasar tradisional, pelabuhan ikan, pelabuhan Tanjung Pandan, dan Museum Tanjung Pandan.

Di Museum Tanjung Pandan kami belajar banyak tentang sejarah pulau Belitung. Tentang tambang dan peninggalan kapal karam. Terselip sedikit cerita lucu... saat berfoto didekat baju pengantin, aku merasa nggak enak hati. Tapi karena spotnya bagus lanjut berfoto ria. Pas mendongak lha kok ada tulisan Tukul jalan-jalan.... aduuuuh, berarti perasaan tak nyaman itu.... :(

Jam 10.30 kami meluncur menuju Pantai Penyabong di daerah Belitung Selatan. Pantai beriak kecil  dengan pasir berwarna krem muda. Asli pemandangannya seperti lukisan, gradasi biru ke hijau lalu berakhir pada pasir krem muda indah banget.

Pantai Penyabong
 
Pantai Penyabong adalah penghasil kepiting dan rajungan. Harganya makanan disini cukup murah, seporsi rajungan rebus harganya Rp. 85.000 saja. Seporsi ini 1 Kg lo... sudah plus sambal.
 
 

Mengakhiri petualangan hari ini, kami berharap dapat sunset di Pantai Tanjung Pendam. Tapi karena hujan, matahari hanya mengintip malu-malu. Gagal deh dapat warna merah....
 
Pantai Tanjung Pendam

Berkunjung ke Belitung tak lengkap rasanya tanpa mampir Rumah Makan Belitong Timpo Duluk. Rumah makan ini kapasitasnya kecil, sehingga kalau ingin makan disini harus reservasi dulu. Tapi semua itu terbayar lunas saat masuk dan melihat desain interiornya yang asik.
 
Rumah makan Belitong Timpo Duluk

Makanannya juga enak. Set dulang yang untuk 4 orang bisa mengenyangkan 6-7 orang, kecuali kalian kelaparan ya... 1 set dulang berisi ayam ketumbar, gangan ikan, sate ikan, tumis, lalab, sambal dan nasi. Saking enaknya kami sampai kekenyangan.

Dulang set untuk 4 orang

Hampir semua pantai di Belitung ini berombak kecil, sehingga aman untuk bermain anak. Secara keseluruhan Belitung rekommended deh untuk wisata keluarga.

Subuh di hari ke 4 kami menuju bandara untuk kembali ke Jakarta. Sampai jumpa lagi di petualangan berikutnya temans.


Para backpacker cantik, kecuali Idam doang yang ganteng...

 


 
Langganan: Komentar ( Atom )

ABOUT AUTHOR

LATEST POSTS

  • Perjalanan Pertama Backpacker Cilik : Belitung
    Akhirnya berhasil sampai juga di Belitung , disambut semburat warna b iru, hijau, dan putih. Perpaduan warna cantik, yang mengintip d ari...

Instagram

Mengenai Saya

Foto saya
emeylia
aku seorang istri dan ibu dari 2 cowok,seneng berteman, dan punya cukup selera humor. Hobby bgt ngulik apa aja yang bermanfaat dan bikin happy. Siapa tahu petualanganku dirumah ini bisa jadi inspirasi...
Lihat profil lengkapku

Arsip Blog

  • ▼  2016 (1)
    • ▼  April (1)
      • Perjalanan Pertama Backpacker Cilik : Belitung
Diberdayakan oleh Blogger.

Latest Posts

  • Perjalanan Pertama Backpacker Cilik : Belitung
    Akhirnya berhasil sampai juga di Belitung , disambut semburat warna b iru, hijau, dan putih. Perpaduan warna cantik, yang mengintip d ari...

Flickr

About

Copyright 2014 trah for me r.
Designed by OddThemes